Jakarta — Pemerintah Inggris dan Indonesia memperkuat kerja sama di sektor transportasi melalui penyelenggaraan UK–Indonesia Rail Partnership Forum 2026 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, operator transportasi, pelaku industri, investor, dan perusahaan penyedia teknologi untuk membahas pengembangan perkeretaapian serta mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Kementerian Perhubungan menetapkan 10 kawasan metropolitan sebagai prioritas pengembangan perkeretaapian perkotaan, yaitu Jabodetabek, Bandung Raya, Kedungsepur, Yogyakarta–Solo, Gerbangkertosusila, Sarbagita, IKN, Mebidangro, Patungraya Agung, dan Maminasata.
Pengembangan dilakukan melalui elektrifikasi jalur, pembangunan MRT, perluasan LRT, peningkatan kapasitas jaringan, serta kemungkinan reaktivasi lebih dari 2.200 kilometer jalur nonaktif.
Sejumlah proyek seperti MRT Jakarta Fase 2, LRT Jakarta Fase 1B, dan Surabaya Regional Railway Line Fase 1 telah memasuki tahap pelaksanaan, sementara proyek lainnya masih dalam tahap studi dan perencanaan. Dengan panjang jalur aktif sekitar 6.927 kilometer dan jumlah penumpang mencapai 549 juta orang sepanjang 2025, Kemenhub menilai peningkatan jaringan, keselamatan, integrasi antarmoda, dan kawasan berorientasi transit perlu terus dipercepat. Namun, keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan utama sehingga pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, swasta, lembaga pembiayaan, dan mitra internasional untuk mewujudkan sistem perkeretaapian yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Martin Kent, memimpin delegasi yang terdiri atas 15 perusahaan Inggris. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perencanaan dan rekayasa, arsitektur, konsultasi, operasional, sarana perkeretaapian, teknologi, manajemen proyek, hingga pembiayaan infrastruktur.
Delegasi tersebut mencakup Arup, BDP, Broadway Malyan, CAF, Colas Rail, Connected Places Catapult, Foster + Partners, GE Vernova, Hitachi Rail, KPMG, Mott MacDonald, PwC Indonesia, Scott Brownrigg, Techne Praxis, serta Turner & Townsend. Kehadiran mereka ditujukan untuk menjajaki kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia, bukan sekadar mengejar satu proyek tertentu.
Martin Kent mengatakan Inggris ingin membawa pengalamannya dalam perencanaan jaringan, rekayasa teknis, pengoperasian kereta api, pembiayaan, serta pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development. Industri perkeretaapian Inggris mempekerjakan sekitar 100 ribu orang dan mengekspor peralatan serta jasa perkeretaapian dengan nilai lebih dari 1 miliar poundsterling setiap tahun.
Forum tersebut juga membahas peluang dukungan pembiayaan melalui UK Export Finance atau UKEF. Lembaga kredit ekspor milik Pemerintah Inggris itu disebut memiliki kapasitas pembiayaan hingga 4 miliar poundsterling untuk Indonesia. Pembiayaan dapat digunakan untuk mendukung proyek yang melibatkan barang, jasa, teknologi, atau keahlian perusahaan Inggris, dengan tetap bergantung pada kelayakan dan struktur masing-masing proyek.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah rencana sistem kereta perkotaan metropolitan Surabaya. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyebut pengembangan jalur kereta regional Surabaya, termasuk kemungkinan MRT atau LRT, sebagai salah satu inisiatif strategis untuk meningkatkan mobilitas perkotaan dan produktivitas kawasan.
Inggris sebelumnya telah mendukung penyusunan studi transportasi bagi proyek tersebut. Pemerintah kedua negara juga membahas peluang kerja sama melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian PPN/Bappenas, termasuk untuk pengembangan MRT Jakarta, LRT, sistem kereta perkotaan di berbagai daerah, dan modernisasi jaringan perkeretaapian nasional.
Namun, forum ini belum menghasilkan pengumuman kontrak atau komitmen investasi untuk proyek tertentu. Martin menegaskan bahwa agenda utamanya adalah membangun hubungan bisnis dan kemitraan jangka panjang antara perusahaan Inggris dan Indonesia, sekaligus mengubah pembicaraan awal menjadi proyek yang layak dan dapat dilaksanakan.
Kerja sama perkeretaapian tersebut menjadi bagian dari hubungan ekonomi yang lebih luas. Pada Januari 2026, kedua negara membentuk UK–Indonesia Economic Growth Partnership, yang menetapkan prioritas bersama dalam perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi. Nilai perdagangan barang dan jasa kedua negara mencapai sekitar 4 miliar poundsterling sepanjang 2025, meningkat 11,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Melalui forum ini, Inggris berupaya menempatkan diri sebagai mitra teknologi sekaligus pembiayaan bagi pengembangan transportasi Indonesia. Bagi Indonesia, kolaborasi tersebut membuka alternatif sumber pendanaan dan akses terhadap pengalaman internasional, khususnya untuk proyek kereta perkotaan yang membutuhkan investasi besar, perencanaan jangka panjang, serta integrasi dengan pengembangan kawasan.
Daftar Pustaka
ANTARA News. (2026, 29 Juli). UK Export Finance ready to deploy £4 bln to assist Indonesian project. ANTARA News.
Department for Business and Trade. (2026, 20 Januari). Arrangement between the UK and Indonesia to establish an Economic Growth Partnership. Government of the United Kingdom.
Kusumawati, N. (2026, 30 Juli). UK–Indonesia held Rail Partnership Forum 2026. Radio Republik Indonesia.
Reyhansyah, M. (2026, 29 Juli). RI–Inggris perkuat kerja sama perkeretaapian lewat Rail Partnership Forum 2026. Metro TV News.
Shofa, J. N. (2026, 20 Januari). Indonesia, UK agree to develop economy together. Jakarta Globe.
UK in Indonesia – British Embassy Jakarta. (2026, Juli). The UK Rail Mission to Indonesia welcomes 15 leading UK rail organisations to Jakarta for the UK–Indonesia Rail Partnership Forum 2026 [Unggahan LinkedIn]. LinkedIn.
Leave a Reply