BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan proyek LRT Bandung Raya kepada investor Malaysia dan negara-negara ASEAN. Proyek transportasi massal tersebut dibawa ke Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang berlangsung di Kota Bandung pada 9–10 Juli 2026.
LRT Bandung Raya masuk dalam enam kelompok proyek strategis yang dipromosikan Pemprov Jawa Barat. Proyek lainnya mencakup pengembangan kawasan Kertajati, energi terbarukan, kawasan industri, ekonomi kreatif, dan pendidikan vokasi. (ANTARA News)
Pemprov memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mencari mitra yang dapat terlibat dalam pengembangan proyek-proyek prioritas Jawa Barat. Di sektor transportasi, proyek yang ditawarkan meliputi Bandung Metropolitan Urban Railways dan LRT Kabupaten Bandung, yang disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya. (detikcom)
SIBS ASEAN 2026 diikuti 225 delegasi asal Malaysia yang mewakili sekitar 70 perusahaan dan organisasi. Secara keseluruhan, forum tersebut dihadiri lebih dari 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia. Bandung menjadi kota pertama di luar Malaysia yang menjadi lokasi penyelenggaraan SIBS. (jabarprov.go.id)
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut hubungan investasi Jawa Barat dan Malaysia sudah terbentuk cukup kuat. Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai sekitar Rp47 triliun. Pemerintah daerah melihat hubungan tersebut sebagai modal untuk membuka kerja sama baru pada sektor transportasi, energi, industri, dan infrastruktur. (ANTARA News)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat Dedi Taufik menyatakan proyek-proyek yang dibawa ke SIBS merupakan sektor prioritas yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan dan dapat dikembangkan bersama mitra internasional. (ANTARA News)
Masuknya LRT Bandung Raya dalam daftar proyek yang ditawarkan menunjukkan pemerintah masih membuka ruang pembiayaan dan kerja sama dengan pihak luar. Meski demikian, forum tersebut belum menghasilkan pengumuman mengenai investor yang dipilih, nilai investasi khusus untuk LRT, jadwal pembangunan, maupun penandatanganan kontrak proyek.
Dengan demikian, perkembangan pada SIBS ASEAN 2026 masih berada pada tahap promosi dan penjajakan investasi. Langkah berikutnya akan bergantung pada tindak lanjut pemerintah, kesiapan dokumen proyek, skema pembiayaan, serta kesepakatan dengan calon mitra.
Bagi Bandung Raya, kebutuhan transportasi massal semakin mendesak seiring meningkatnya pergerakan masyarakat antara Kota Bandung dan daerah sekitarnya. Namun, masuknya LRT dalam forum investasi belum dapat dipandang sebagai tanda bahwa pembangunan fisik akan segera dimulai.
Referensi
- ANTARA, “Pemprov Jabar Tawarkan Enam Proyek Strategis pada SIBS 2026”, 9 Juli 2026. (ANTARA News)
- detikJabar, “Jawa Barat Tawarkan Enam Proyek Raksasa ke Investor Malaysia”, 9 Juli 2026. (detikcom)
- Portal Jabar/Diskominfo Kota Bandung, “Selangor International Business Summit Buka Peluang Investasi Baru Kota Bandung”, 10 Juli 2026. (jabarprov.go.id)

Leave a Reply